Stadion Palaran, Samarinda
Ajang PON 2008 yang berlangsung di Kalimatan Timur kala itu menajdi ajang PON yang meriah karena sekaligus diperkenalkannya salah satu stadion modern yang multifungsi di Kalimantan Timur.
 |
| Stadion Palaran, Samarinda. Bekas Venue PON 2008 yang kini tak terawat dan dibiarkan terbengkalai. Foto : cepamagz.com |
Pembangunan Stadion yang dinamakan Palaran itu menelan biaya 800 milyar. Selain PON, stadion ini juga pernah menghelat ajang babak 8 besar Divisi Utama tahun 2008 , dan digunakan sebagai kandang Putra Samarinda.
 |
| Beberapa fasilitas stadion yang tak terurus sudah mulai rusak. Foto : kaltim.prokal.co |
Tapi, begitu pagelaran PON usai stadion ini tidak terurus dan tak terawat. Tak hanya stadionnya, venue-venue olahraga yang lainnya bahkan terbengkalai juga dan kondisinya benar-benar mengenaskan mengingat biaya pembangunan yang begitu besar. Pemerintah daerah mengaku bahw abiaya yang dikeluarkan cukup besar sehingga pemerintah daerah belum bisa menutupi semua biaya tersebut.
Stadion Gelora Bandung lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung
Stadion yang diproyeksikan akan menjadui kebanggan bobotoh ini dibuka pada 9 Mei 2013 dengan menelan dana pembangunan sekitar 548 milyar rupiah Dibangun berbarengan dengan menyambut ajang perhelatan PON 2016, namun sejak ada indikasi kasus korupsi yang melanda pembangunan stadion ini menjadi terbengkalai dan rumput dari stadion GBLA ini tidak terawat dan fasilitas yang lainnya juga dikabarkan juga ikut rusak diantaranya adalah tembok yang retak-retak dan tanah yang menjadi amblas.
 |
| Setelah Persib enggan menggunakan GBLA, stdaion megah ini makin terlantar. Foto pikiranrakyat.com |
 |
| Salah satu pilar beton stdaion yang retak. Foto tribunnews.com |
Persib pun yang awalnya menjadikan GBLA sebagai homebase akhirnya balik kucing ke kandang lamanya di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Persoalan dengan warga Gedebage juga menjadi salah satu pemicu Persib tak mau menggunakan stadion megah ini lagi hingga waktu tertentu.
Stadion Utama Riau, Riau
Bila mendengar nama Stadion Utama Riau, anda mungkin bertanya tanya seperti apa stadionnya, karena hampir tak pernah terdengar lagi stadion ini sejak terakhir digunakan pasca PON Riau. Hampir sama persoalannya dengan stadion Palaran, Stadion Utama Riau juga dilanda persoalan yang sama yaitu tidak terurus dan tidak terawat sama sekali. Yang lebih parahnya lagi pemerintah setempat masih menunggak hutang dengan pihak kontraktor dan belum selesai hingga sekarang.
 |
| Pasca digunakan sebagai venue PON 2012, stadion utama Riau ini tak pernah diurus lagi kecuali ada satu even besar. Foto : tribunnews.com |
Proyek ini memang juga dilanda kasus korupsi yang besar menyangkut para panitia PON Riau. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun stdaion megah ini? biayanya adalah 1,18 trilyun rupiah !! Bayangkan, stadion semahal itu kini mangkrak dan tak terurus. Bahkan biasanya digunakan sebagai arena balap liar dan sudut sudut stadion yang remang dan gelap ketika malam digunakan sebagai tempat pacaran.
 |
| Fasilitas stadion yang mulai rusak karena tak terpakai. Foto : tribunnews.com |
Setidaknya para pemerintah daerah lebih peka mengenai masalah aset daerah seperti stadion-stadion tersebut dengan lebih memperhatikan pengelolaan dan perawatannya. Bayangkan uang sebanyak itu hanya dibuat untuk membangun sebuah stadionhanya untuk menjaga gengsi sementara yang bersifat semu.
Embel-embel korupsi dibalik proyek juga semakin menguatkan dugaan bahwa pembangunan infrstruktur olahraga di negeri ini masih sangat rawan tujuan politis dan pribadi daripada murni untuk urusan olahraga dan kepentingan negara. Bahkan mereka berani mengorbankan resiko keselamatan suporter dengan membangun stdaion yang secara arsitektur kurang kokoh dan berpotensi ambruk karena material yang kurang berkualitas.
Semoga kedepannya tak ada lagi Stadion baru yang mangkrak dan menambah daftar hitam diatas....
Sumber : http://tz.ucweb.com/10_176jY
ADS HERE !!!